Bagaimana penatalaksanaan rehabilitasi medik bagi penderita osteoporosis?

by 0

Penatalaksanaan rehabilitasi medik bagi pasien osteoporosis terdiri atas empat tahap.

  1. Pemeriksaan. Perlu dilakukan pemeriksaan pada pasien sebelum menyusun program terapi dan latihan rehabilitasi medik. Pemeriksaan meliputi fisik, psikis, dan informasi tentang lingkungan dan aktivitas pa¬ien. Program latihan rehabilitasi medik bagi pasien osteoporosis ditujukan pada tulang dan sifatnya regional (per daerah tubuh), maka program latihan dibuat secara individual tidak massal.
  2. Terapi dan rehabilitasi. Rasa nyeri yang dialami oleh pasien osteoporosis dapat diatasi selain dengan obat- obatan juga dengan terapi modalitas fisik (terapi panas, terapi dingin, juga terapi relaksasi yang memosisikan tubuh secara tepat dan benar). Pada nyeri kronis, perlu diterapkan modifikasi sehari-hari dan penggunaan alat bantu.
  3. Pemakaian ortosis spinal. Alat ini, ortosis spinal di-gunakan untuk imobilitasi tulang punggung. Ortose artinya tegak dan spinal artinya tulang belakang/tulang punggung. Bentuknya seperti jaket dengan bahan kerangka besi. Bisa juga menggunakan ortoplast yang dipasang pada tubuh dan bermanfaat memosisikan tubuh pada posisi yang benar. Alat ini mengurangi posisi membungkuk, mencegah terjadinya patah tulang, dan membantu menegakkan tubuh pada otot- otot tulang punggung yang lemah.
  4. Pengujian gangguan kestabilan. Pada usia lanjut, orang cenderung sering terjatuh. Ini disebabkan ketidakstabilan ketika berjalan karena proses penuaan mengubah pola jalan seseorang. Ketidakstabilan pada lansia disebabkan menurunnya input proprioseptif (penerimaan rangsangan dari dalam tubuh sendiri), refleks yang melambat, menurunnya kekuatan otot, dan lain-lain. Tindakan dalam hal mencegah terjatuh, seyogianya memerhatikan faktor-faktor tersebut.
Selain itu, konsisi rumah tinggal pun harus mendapat perhatian. Perhatikan kondisi lingkungan agar pasien osteoporosis terhindar dari insiden jatuh. Contohnya hindari penggunaan tangga, pasang lampu
yang cahayanya mencukupi di setiap ruangai kondisi lantai yang bersih dan tidak licin.

Leave a Reply