Bagaimana memeriksa BMD? Apa manfaatnya?

by 0

Pemeriksaan BMD atau bone mineral density alias kepadatan tulang sebaiknya dilakukan terhadap semua wanita yang berusia di atas 65 tahun, Pasca-menopause, kekurangan hormon estrogen, pernah patah tulang, atau banyak mengonsumsi steroid.
BMD diukur dengan satuan gram tulang per senti-meter persegi. Metode terbaik untuk mengukur kepadatan tulang adalah dengan pemeriksaan central dual- energyx ray-absorptiometry (DXA sentral), merupakan pemeriksaan dasar yang paling penting untuk memantau osteoporosis.


Yang paling sering diukur menggunakan DXA sentral adalah tulang panggul dan tulang belakang. Pemantauan untuk mengetahui penurunan densitas tulang yang di sebabkan berbagai hal seperti usia lanjut, menopause, menderita penyakit ginjal menahun, atau pemakaian obat kortikosteroid.


Pemeriksaan BMD juga untuk mengetahui hasil pengobatan yang sudah diberikan kepada pasien osteoporosis dalam hal: apakah bisa menambah kekuatan tulang atau berhasil menurunkan risiko patah tulang. Selain itu pemeriksaan BMD juga bermanfaat di bidang penelitian, misalnya untuk mengetahui khasiat suatu obat dibanding obat lainnya atau pengaruh pengobatan terhadap densitas tulang.


Pemeriksaan BMD sangat perlu dilakukan secara berkala terutama bagi mereka yang berisiko tinggi terkena osteoporosis, agar dapat diprediksi timbulnya fraktur tulang.

Leave a Reply